Labels

Showing posts with label Materi Aktivis. Show all posts
Showing posts with label Materi Aktivis. Show all posts

Friday, 7 October 2016

Teori Teknik Persidangan



1) Sidang Pleno
  • a) Sidang Pleno diikuti oleh seluruh peserta dan peninjau Permusyawaratan
    b) Sidang Pleno dipimpin oleh Presidium Sidang
    c) Sidang Pleno biasanya dipandu oleh Steering Committee (panitia pengarah)
    d) Sidang Pleno membahas dan memutuskan segala sesuatu yang berhubungan dengan Permusyawaratan
2) Sidang Paripurna
  • a) Sidang Paripurna diikuti oleh seluruh peserta dan peninjau Permusyawaratan
    b) Sidang Paripurna dipimpin oleh Presidium Sidang
    c) Sidang Paripurna mengesahkan segala ketetapan dan keputusan yang berhubungan dengan Permusyawaratan
3) Sidang Komisi
  • a) Sidang Komisi diikuti oleh anggota masing-masing Komisi
    b) Anggota masing-masing Komisi adalah peserta dan peninjau yang ditentukan oleh Sidang Pleno
    c) Sidang Komisi dipimpin oleh seorang pimpinan dibantu seorang Sekretaris Sidang Komisi
    d) Pimpinan Sidang Komisi dipilih dari dan oleh anggota Komisi dalam Komisi tersebut
    e) Sidang Komisi membahas materi-materi yang menjadi tugas dari Komisi yang bersangkutan
4) Sidang Sub Komisi
  • a) Sidang Sub Komisi diikuti oleh anggota masing-masing Komisi
    b) Sidang Sub Komisi adalah pembagian dari komisi yang ada untuk membahas hal yang lebih spesifik dan detail
    c) Sidang sub komisi lebih terbatas dalam sidang komisi guna mematangkan materi lanjut dan ketika sidang komisi dianggap cukup, maka tidak perlu diadakan sidang sub komisi.
Perangkat sidang:
1. Peserta sidang (Quorum)
Quorum adalah syarat sahnya sidang untuk dapat diadakan, karena tingkat quorum menunjukkan sejauh mana tingkat representasi dari peserta sidang. Semakin tinggi jumlah quorum, semakin tinggi pula tingkat representasi dari sidang tersebut.
2. Presidium atau pimpinan sidang
– Ketua (Presidium 1)
– Anggota (Presidium 2)
– Anggota (Presidium 3)

3. Agenda acara persidangan/materi persidangan
Meliputi bahan-bahan yang akan dibahas dalam persidangan. Biasanya terdiri dari draft tatib, AD/ART, PPO, GBHK, dll yang disusun sebelumnya oleh tim perumus sidang atau panitia khusus
4. Ruangan sidang
5. Perlengkapan sidang
– Meja
– Kursi
– Palu sidang
– Pengeras suara
– Podium
– Laptop dan Printer
– Notulensi
6. Tata tertib persidangan
    Syarat – syarat pimpinan sidang (normative):
1. Mempunyai pengetahuan yang luas (cerdas)
2. Memahami atau mengetahui masalah yang akan dibahas
3. Bijaksana/netral/demokratis
4. Terampil memimpin sidang

   Tugas Pimpinan sidang :
1. Membuka dan menutup sidang
2. Menjelaskan dan mengatur serta mengarahkan permasalahan agar fokus
3. Membuat keputusan-keputusan

   Etika dan Aturan persidangan :
– Disiplin
– Berbicara setelah adanya izin dari pimpinan sidang
– Interupsi/penyelaan/pemotongan pembicaraan dengan mengikuti aturan
– Saling menghormati dan menghargai antar peserta sidang
– Tidak menyinggung permasalahan Agama/Ras/Suku (dalam perdebatan)
– Kerjasama antara pihak-pihak yang terkait dengan persidangan

   Skorsing/pemberhentian acara waktu persidangan
– Sudah memasuki waktu istirahat yang sudah ditentukan
– Digunakan untuk lobi atau komunikasi nonformal diluar persidangan
– Untuk menghadapi keadaan darurat (chaos)
Refreshing (ketika menghadapi situasi yang stagnant dalam persidangan)

Ketukan palu sidang

  • 1 (satu) kali ketukan
a) Digunakan untuk perpindahan atau pergantian pimpinan sidang
b) Digunakan untuk pengesahan putusan biasa point per point dan atau bab per bab (keputusan sementara)
c) Digunakan untuk skorsing dalam waktu yang tidak terlalu lama
Contoh: (1×5 menit, 1×15 menit, dst.)
d) Memberi peringatan kepada peserta sidang agar tidak gaduh.
e) Mencabut kembali skorsing sidang yang waktunya tidak terlalu lama (biasanya skor 1X??menit, dst.) sehingga peserta sidang tidak perlu meninggalkan tempat sidang.

  • 2 (dua) kali ketukan
Digunakan untuk menskorsing waktu yang cukup lama. Misalnya istirahat, lobying, sembahyang, dan makan.
Contoh: (2×5 menit, 2×15 menit, dst.)
  • 3 (tiga) kali ketukan
a) Membuka dan menutup acara persidangan
b) Pengesahan keputusan yang bersifat prinsipil atau pengesahan keputusan akhir secara keseluruhan dari semua hasil persidangan (konsideran)

Macam-macam interupsi :
a) Interupsi point of order (digunakan apabila interupsi yang bersifat prinsipil)
b) Interupsi point of information (digunakan apabila ada informasi yang berhubungan dengan acara persidangan)
c) Interupsi point of clarification (digunakan apabila ada klarifikasi yang berhubungan dengan acara persidangan)
d) Interupsi point of personal privilege (digunakan untuk melakukan pembelaan yang bersifat personal/privacy).
Istilah-Istilah atau Move-Move dalam Persidangan
a) Skorsing ialah penundaan persidangan untuk sementara waktu.
b) Lobbying ialah suatu bentuk kompromi dalam menyelesaikan perbedaan pendapat dalam pengambilan keputusan
c) Interruption atau interupsi (Memotong pembicaraan)
d) Walk out ialah keadaan tidak menyetujui dengan kesepakatan sidang karena persidangan sudah tidak relevan dengan prinsip mereka dan memilih untuk keluar dari acara persidangan
e) Kliring ialah memotong pembicaraan diatas interupsi.
f) Pending ialah memberhentikan sidang untuk sementara waktu dengan tujuan tertentu seperti istirahat, lobby, penundaan sidang
g) PK (Peninjauan kembali) ialah mekanisme yang digunakan untuk mengulang kembali pembahasan/putusan yang telah ditetapkan

Contoh Ad/ART


ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA
Aliansi masyarakat pencinta air
( AMPAR RIAU DEWA )

Pasal 1
Nama dan Kedudukan
Nama lembaga ini Riau Bangkit di singkat AMPAR RIAU
Kedudukan AMPAR RIAU di Pekanbaru dan di dirikan pada tanggal 7 oktober 2017

Pasal 2
Susunan Lembaga

Susunan lembaga Riau Bangkit disusun oleh Dewan Pembina dan empat orang formature.

Pasal 3
Sifat dan Keuangan

Lembaga AMPAR RIAU bersifat independent.
Keuangan didapatkan dari iuran anggota yang ditetapakan Pengurus,pemerintah,swasta yang bersifat tidak mengikat

Pasal 4
Keanggotaan

Keanggotaan ditetapakan oleh pengurus.

Pasal 5
Kepengurusan

Kepengurusan ditetapkan melalui Musyawarah Besar AMPAR RIAU.Mubes diadakan sekali dalam tiga tahun.Tugas dan wewenang pengurus diatur oleh AD/ART Riau Bangkit

Pasal 6
Fungsi

Sebagai wadah,wahana penyalur aspirasi masyarakat dan kontrol sosial.
Sebagai wadah dan terutama dalam bidang sungai.

Pasal 7
Ketentuan Anggota

Anggota Biasa
Anggota Kehormatan
Anggota Tetap


Tuesday, 19 April 2016

Perbandingan Konsep Hmi Dengan Sejarah Konsep Islam Terdahulu ( LK III ) Advant Training





ABSTRAK
SADDAM DEWANA: Perbandingan Cara Pandang Konsep Hmi Dengan Sejarah Konsep Islam Terdahulu Makalah. Yogyakarta: Advend training, LK III, 2016.
Makalah ini bertujuan: (1) untuk memberikan sejarah pandang proses islam di indonesia dan (2) mengetahui inti dan kegunaan dari berbagai proses perbandingan gerakan islam ortodok dan modern.
Hasil makalah ini menunjukkan bahwa perbandingan sejarah dari gerakan islam di dunia dari masa periode usmani, abasyah, ummayah, konsep perjuangan nabi untuk menjalankan pertintah tuhan dengan dasar wahyu tuhan. Fase pergantian rezim di kalangan sturuktur kekhalifahan pemimpin islam, masa kerintuhan agama, kepentingan duniawi pada periodeisasi kolonialisme dan sampai pada masa modern. Tulisan makalah ini membentuk rumusan perbandingan konsep dan perkembangan ilmu.
Kata Kunci: perbandingan sejarah kekhalifahan, model islam, aliran islam



A. Study kritis dan gerakan islam internasional
Kita harus membandingkan memulai cara pandang dengan  konsep islam. khasanah gerakan islam di indonesia dan  timur tengah. penyebaran islam di eropa dan asia luasnya islam sampai dengan 1.4 miliar jiwa, nomor 2 terbanyak, nomor 1 masih di dominasi oleh bangsa nasrani  ( kristen ). Namun secara pemikiran yang berkembang agama islam lebih besar di banding agama-agama yang lain termasuk di filsafat dan tasawufnya.
1. Tipelogi model-model islam
Banyak sekali masalah-masalah yang tidak termodelkan yang hanya memodelkan dari budaya  kondisi daerah-daerahnya saja. Karna banyak terjadi konsep otoritas pendapat keislaman membentuk dimensi yang terkhusus, model gerakan islam di dunia mempunyai bentuk dan gaya masing-masing dalam aspek menemukan kebenran hak dan yang bathil, dari perspektif inilah spekulasi pemikiran berbagai macam yang di bentuk lembaga agar mengakomodir dari prinsip-prinsipnya masing-masing gerakan.
2. 4 dimensi yang berkembang dalam fase perubahan paradigmatik
1.      Filsafat islam
Filsafat islam banyak berkembang di daerah timur seperti di iran, irak, suriah dan daerah timur lainnya.
2.      Teologi islam
Teolog islam banyak berkembang di tatanan akademi seperti di al azhar, mesir, sampai negeri indonesia.
3.      Fiqih
Fiqih kita kenal dengan konsep syariat menjadi pondasi dasar untuk menyeragamkan perbedaan dalam pola hidup.
4.      spritualistas islam
tentang ketauhidan cendrung memakai satu ketuhanan tetap seragam,  dari konsep untuk menemukan pembaharuan islam moderat, nasionalis, modern ini banyak di munculkan oleh para ulama-ulama terdahulu
Muncul di Era Klasik, konsep ini didadari dari konsep-konsep ortodok, menjawab persoalan tentang ketuhanan, struktur berfikir dan hukum-hukum, namun sejauh ini masih berproses dmasuknya cara penglogikaan dan pendindrawian untuk menemukan ketuhanan, apalagi masa kekinian kita bisa meninjau kembali perkembangan dan perubahan yang terjadi dari titik tolak pemikiran islam tenggelamnya OTORITAS TUNGGAL PENERIMA WAHYU ( menyelesaikan kenabian ).
3. Nabi sebagai otoritas penerima wahyu
Ketika rosul telah meninggal banyak sekali benih-benih yang melahirkan pemimpin-pemimpin dan merubah pada modernisasi islam fungsional pola pandang yang berujuk kepada al-qur’an dan sunnah, pada masa para alim ulama terdahulu membentuk metode-metoda memperbaruhi pola hidup dengan legalitas kesunahan maka melahirkan mazhab-mazhab. menjadikan islam lebih berguna bermanfaat bagi umat dan bisa di terima dikalangan masyarakat yang masih belum tergolong dengan islam, seperti nasrani, yahudi, dan bangsa-bangsa yang lain.
B. Ada 4 Cara Pandang Ketuhanan Di Fase Modern
·         zat sifat tuhan
Menjadi kontradiktif dari pandangan agama-agama yang lain, kita lihat ketauhidan di semua agama yang benar tidak terbantahakan dan tidak bisa di ralat kembali hanyalah islam, berbeda jauh dengan pandangan agama yang lain, beresensi kepada logika manusia kemudian melahirkan kontradiksi pemikiran, dari perjalanan sejarah yang panjang mempunyai konsep ketuhanan mutlak dan diterima oleh ilmu teknologi

·         Cara bermasayarakat-cara berislam di tengah masyarakat
Cara keberislaman bermasyarakat di indonesia sangatlah berbeda dengan timur tengah,  indonesia lebih kepada pola pandang bagaimana kedekatan tuhan kepada manusia, sedangkan kita lihat di timur tengah lebih mempunyai pemikiran pendekatan dengan tuhan hadir memakai prinsip fiklsafat di terima oleh indrawi manusia, proses sejarah ini kita tidak pungkiri  para tabiin dan khasanah terdahulu.

1. Periode masa-masa kekhalifahan
usmani
Umayyah
Abasyah
2.  3 imperium islam
Turki usman
Hogul
Safawi
Filsafat telah melahirkan pemikiran- pemikiran pembaharu karna tidak lagi tekstual, bisa dilihat dari periodesasi ummayah benturan –benturan berkelas untuk urusan islam, segi perbedaan kenabian, tuhan, dan takdir semua kepentingan politik, di tinjau hadist palsu dan perlawanan hadist, perbedaan dengan pencarian kebenaran, semua pemikir mempunyai corak sudut pandang yang berbeda hingga berkaitan untuk pemimpin mereka saat itu, seperti kita kenal dengan lembaga yang berkembang  hizbut tahrir islam.

4. Era penjajahan ( kolonialisasi )
Akar dari masalah ini sering di munculkan dengan perlawanan tasawuf dengan filsafat, fron antara tasawuf dengan filsafat mengalami arus yang sangat tajam hingga 500 tahun, kita mengenal sebelum kita mengenal sistim – sistim di negara ini, mempunyai periodesasi kerajaan, kerajaaan merupakan turunan dari titah yang tertinggi atau wakil tuhan, setelah kehadiran islam sistim mornari dari kerajaan secara perlahan-lahan runtuh adanya perkembangan secara berkembang, di eropa menjangkau untuk penguasaan daerah salah satunya di negara indonesia.

5. Masa dinasti abasyiah
Disini corak islam sangat tinggi, keberhasialan ini untuk formula baru keilmuan dalam prodesisasi keilmuan yunani, karna yunani mendomaninasi dari pemikiran dan pembantahan oleh wahyu tuhan bangsa romawi, akibatnya dengan adanya temuan di persepsikan sebagai mitos maka dari itulah yunani sangat mudah meruntuhkan kristologis kita teropong sudut pandang pemikirannya. Romawi dalam ke dinastiannya merupakan doktrin dan merasa kehadiran kristen menenggelamkan kekuatan kekaisarannya di tambah lagi gejolak bermunculan setelah kehadiran agama islam di Romawi.

C.  Peta Kepentingan Romawi dan Kristen
·         Didasari oleh setting politik Dinasti romawi dan yunani kuno
·         Didasari kaum agawan menguruskan peribadatan
·         Dinasti kekaisaran bangsa romawi.

Expresi ketuhanan dan perkara-perkara ilmu pengetahuan hanya di pandang mitos dan tidak ada proses verifikasi, padahal kita mengetahui proses menemukan ilmiah untuk menyaring keilmuan. Dari pergeseran ini menemukan gejolak pemikiran pembaharu di negeri eropa, tuhan harus didahulukan dan ilmu membantahkan dengan metode keilmihan yang mereka punya, seperti kiblat berfikir kalmax, aristoteles dll,
a. Abad 1 M-500 M
Menjalani perjalanan gelap dari sudut perkembangan ilmu pengetahuan, berjalan dengan sangat statis, perkembangan ilmu filsafat lahir dari bangsa yunani kuno, dan berkembang sejak lama. Dan sampai fase kristolong di bangsa eropa. Jungkir baliknya perkembangan peperangan fikiran hingga menimbulkan konflik berujung radikalisme dan perebutan kekuasaan.
b. Di Era abasyiah 700 M
Mulailah muncul konsep baru di bangsa eropa, pemikiran islam sebagai pembaharu, seperti di bagdat, tradisi hambali kiblat cara pandang islam  ( menyebar fiqih dan tasawuf ). Dimasa inilah kajian-kajian sterategis untuk menemukan kebenaran, dan keberhasilan kita dalam penalaran islam mempunyai berbagai mazhab-mazhab
c. Modern
Cara sudut pandang kajian ilmu, lebih mendominasi mempunyai kekuatan yang dalam soal urusan tauhid, indonesia dengan cara sediri untuk merubah rakyat indonesia .

d. Sudut pandang Indonesia
Contoh yang sering kita temukan
1.      Boleh dan tidak boleh
2.      Konsep untuk sejahtera di Akhirat
e. Sudut pandang Timur /bagdat
1.    Ukuran berargama cara berfilsafat
2.    Sudut pandang logis
Dari sudut pandang topik tepolog.is ini hanyalah perkara, arus masa priodesasiklasik, dari masa kenabian

f. Di Era Modern
Ada Arus corak pandang lebih kepada
Pendidikan
Konsep ekonomi
Politik
Budaya

Pro daulah islamiah
Pro  beragam ( modrn )

Seperti di indonesia bersentuhan dari peradaban, secara islami modernisasi] dunia heterogen karna keragaman di indoensia untuk berseragam memakai budaya islam secara tradisi .
D.  Melahirkan Aliran-aliran
Seperti proses pemilihan pemimpin ada dua kontek yang sangat berbeda.
1. demokrasi
Ditunjuk oleh tuhan seperti nabi dan rosul
Di tunjuk oleh Hamba Allah, di tunjuk oleh umat.

2. khilafah
Sererti gerakan penegakan khilafah islamiah, HTI.  Jika ini tejadi di indonesia maka akan lebih bermasalah dengan cara teknis konsep khalifah yang satu corak pemikiran politik, sedangkan dari dari sisi keragaman di indonesia sangat heterogen.
1. Varian metodelogis dengan satu corak
2. varian metodelogis dengan berbagai corak
3. Ahmadiah
Kontek islam dari cara berfikir sturuktur lebih mendominasi dengan islam, mensyariatnya lebih dominan untuk mengedepankan cara-cara islam, namun berbenturan dengan aliran- aliran islam seperti sunni ahli sunah wajamaah, dengan penafsiran pemaknaan ilmu. Dan dalam urusan pemimpin untuk proses pemilihan tidak demokratis
F. Melakukan terobosan organisasi himpunan mahasiswa islam
Situasi kekinian banyak persoalan-persoalan dari kaca media tidak lagi berhati-hati untuk menilai dalam membedakan fakta dan opini tentang fakta. menggiring politik praktis dan kepentingan kepentingan yang tidak mendirikan kebenaran hakiki, maka konteks fakta dan opini harus disaring di filtir dengan pendekan ilmu agar mempunyai nilai-nilai yang tidak terlepas dengan islam.
Lk 1
Melahirkan kader militan
Loyalitas
Berjuang
Penanaman doktrin


Lk 2
Kemampuan kristis
Pembangunan analisis
Pembedahan kitab
Mencari permasalahan bangsa

LK 3
Membagun  solusi
Pembangunan kontruksi solusif

Makalah Belum Selesai